NAMA:ROHMI
NIM:EM.11.1.0736
JUR: MANAJEMEN
Dewasa ini perkembangan sistem informasi semakin pesat. Informasi merupakan salah satu jernis sumber daya yang tersedia bagi manager. Pengelolaan sumber daya informasi bermanfaat dalam menentukan arah dan kebijakan suatu perusahaan. Saat ini pengelolaan sumber daya informasi menjadi sangat penting yang dipengaruhi oleh perkembangan persaingan bisnis yang semakin ketat, pertukaran informasi yang semakin mudah dan cepat untuk dilakukan tanpa terhambat waktu dan tempat serta didukung oleh kemampuan computer yang semakin baik. Sehingga, informasi saat ini merupakan salah satu aspek keunggulan kompetitif suatu perusahaan.
IFA akronim dari Indonesian Footwear Agencies. Berdiri tahun 1990, pada awal pertumbuhan IFA lebih memfokuskan kegiatan usahanya di bidang ekspor sepatu. Tak sia-sia, dalam kurun tertentu perusahaan yang didirikan duet Tanu Sutomo dan Jarot Djarot Widjanarko ini mampu berkembang sebagai salah satu eksportir terkemuka di Tanah Air. Salah satu merek terkenalnya adalah Erasmus. Hingga saat ini produk IFA terus berkembang dan masuk ke berbagai kalangan sehingga produk IFA menjadi semakin dikenal masyarakat.
Seiring lonjakan permintaan pasar dalam negeri terhadap produk-produk sepatu kualitas ekspor, tahun 1992 IFA memutuskan untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan sistem penjualan langsung (direct selling). Tujuh tahun berikutnya, IFA mulai memakai semi multilevel (MLM) marketing dengan jenjang karir dan sistem bonus dihitung hanya sampai jaringan tertentu. Menggunakan sistem MLM murni baru pada 2001 dengan sistem bonus jaringan yang dihitung tanpa batas. Saat ini perusahaan yang menyediakan beragam produk dalam negeri ini makin eksis sebagai perusahaan MLM yang mengakar di Tanah Air. Mempunyai sekitar 350 ribu agen dan depot (perwakilan) yang tersebar di Tanah Air. Tercatat sebagai perusahaan MLM dengan katalog tertebal versi Museum Rekor Indonesia (MURI).
Seni berbelanja di rumah dapat kita rasakan ketika kita membeli produk IFA. IFA berusaha menyajikan kemudahan bagi setiap member untuk berbelanja dan memenuhi rupa-rupa kebutuhan seperti tengah berada di department store atau mal-mal terkemuka dengan tingkat kenyamanan seakan di rumah. Katalog IFA diibaratkaan bak departement store atau mal berjalan dengan sajian produk terlengkap, dari ujung kaki hingga ujung rambut; dari luar sampai dalam; dari fashion hingga kosmetik dan kesehatan serta rupa-rupa produk lainnya.
Sistem informasi secara umum mempunyai beberapa peranan dalam perusahaan IFA, diantaranya adalah untuk meminimalisir resiko, setipa bisnis memiliki resiko, terutama berkaitan dengan aspek keuangan. Pada umumnya resiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain yang berada di luar control perusahaan. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah tersedia untuk mengurangi risiko-risiko yang kerap dihadapi oleh bisnis seperti forecasting, financial advisory, planning expert dan lain-lain. Kehadiran sistem informasi berbasis teknologi informasi membantu perusahaan mengurangi risiko bisnis yang ada serta menjadi sarana untuk membantu manajemen dalam mengelola risiko yang dihadapi.
Dalam memasarkan produknya, IFA menggunakan sistem informasi berbasis teknologi. Peranan sistem informasi juga untuk mengurangi biaya operasional perusahaan, yakni sebagai penggerak dalam berbagai usaha untuk mengurangi biaya-biaya operasional perusahaan sehingga akan mempengaruhi keuntungan perusahaan. Sistem informasi berbasiskan teknologi informasi yang diterapkan IFA untuk mengurangi biaya-biaya kegiatan operasional diantaranya adalah implementasi berbagai komponen teknologi informasi akan mampu menghilangkan atau mengeliminasi proses-proses yang dirasa tidak perlu. Melalui internet banking, transaksi perbankan dapat dilakukan via internet, sehingga nasabah bank tidak perlu mengantri di bank. Berbagai proses yang panjang dan kompleks dapat disederhanakan dengan mengimplementasikan berbagai komponen teknologi informasi. Sebagai contoh pemesana e-ticket melalui jaringan internet dapat dilakukan oleh pembeli dimanapun dan kapanpun. Teknologi informasi juga mampu melakukan pengintegrasian beberapa proses menjadi satu sehingga terasa lebih cepat dan praktis, sehingga kan meningkatkan kepuasan pelanggan. Mengubah proses manual menjadi otomatis merupakan keunggulan dari penggunaan sistem informasi berbasis teknologi informasi. Peranan selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan nilai bagi pelanggan perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan nilai ini tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan, tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan loyalitas sehingga pelanggan tersebut bersedia selalu menjadi konsumennya untuk jangka panjang. Dan mau mempromosikan produk IFA kejangkauan yang lebih luas lagi.
Perkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya teknologi internet telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di dunia maya. Berbagai konsep e-business semacan e-commerce, e-procurement, e-customer, e-loyalty, dan lainlainnya pada dasarnya merupakan cara pandang baru dalam menanggapi mekanisme bisnis di era globalisasi informasi.Aplikasi sistem manajemen informasi dikembangkan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan informasi setiap unit fungsional pada semua tingkatan kegiatan manajemen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar