Thoha lukianto
EM 11.1.0770
PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERPENGARUH TERHADAP KEMAJUAN
PERUSAHAAN NOKIA
A. Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan dari interaksi
sistem-sistem informasi yang menghasilkan informasi yang berguna untuk semua
tingkatan manajemen.
B. Peranan Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi.
sistem informasi memiliki peran dalam menunjang kegiatan bisnis operasional, menunjang manajemen dalam
pengambilan keputusan, dan menunjang keunggulan strategi kompetetif organisasi.
Peran sistem informasi manajemen untuk mencapai keunggulan strategis dapat
dicontohkan pada suatu perusahaan yang mutuskan untuk mengubah seluruh datanya
menjadi basis data dengan alat penghubung standar (seperti alat penghubung
browser web) sehingga memungkinkan berbagi informasi dengan para sekutu-sekutu
bisnis dan pelanggannnya.
Kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi
serta revolusi dibidang komunikasi dan sistem informasi telah
memberikan pengaruh yang tidak kecil bagi operasi berbagai perusahaan.
Mengingat lingkungan usaha yang dihadapi suatu
perusahaan sangat kompetitif, maka tidak ada jalan lain bagi
perusahaan yang makin membesar untuk selalu menyempurnakan sistem informasinya
yang dapat dijadikan sebagai alat Bantu persaingan dimasa yang akan datang.
C. Profil Perusahaan
Nokia pada awal kemunculannya, Tahun 1865, merupakan perusahaan
pengolahan bubur kayu yang didirikan oleh Fredrik Idestam. Perusahaan ini
akhirnya berubah menjadi pabrik kertas pada tahun 1920. Tak lama setelah Perang
Dunia ke I berakhir perusahaan Karet Finlandia mengakuisisi perusahaan
penggilingan kayu Nokia dan perusahaan Kabel Finlandia. Ketiga perusahaan
tersebut digabung menjadi Nokia Corporation pada tahun 1967.
Selama
puluhan tahun Nokia mengalami masa percobaan dari beragam kesalahan. Akan
tetapi, dari semua kesalahan dan percobaan itu, secara bertahap Nokia membangun
keterampilan yang saling berhubungan dari sekumpulan ahli yang berbakat. Tahun
1970-an Nokia dan pabrik televisi Salora bergabung dan mengembangkan telepon
radio untuk militer. Selain telepon, Nokia sempat menjalankan bisnis di
beberapa jenis produk, seperti kabel, sepatu, kertas, radio telepon dan lain
sebagainya. Kemrosotan yang terjadi di Finlandia, menjadikan berakhirnya
kerjasama dengan Uni Sovyet yang sedang runtuh, dan produk yang gagal sempat
mewarnai usaha yang dilakukan Nokia untuk menjadi produsen telepon seluler
terkemuka di dunia.
Pada awal tahun 1981, Nokia meluncurkan produk bernama
Nordic Mobile Telephony (NMT). NMT merupakan jaringan selular multinasional
pertama di dunia. Karena itu, sepanjang dekade 1980-an NMT diperkenalkan
kesejumlah Negara. Pada awal 1990-an, Nokia sempat mengalami krisis, tetapi CEO
Nokia saat itu mengambil keputusan penting untuk memfokuskan pada telepon
seluler dan jaringan telepon. Hasilnya, telepon GSM pertama kali di dunia
muncul di Finlandia tahun 1991. Kemudian pasar telepon seluler global mulai
berkembang sangat cepat pada pertengahan 1990-an. Kini lebih dari 2000 seri
ponsel Nokia tersebar diseluruh dunia, dengan tenaga kerja lebih dari 54 ribu
oranag, produk Nokia tersebar di 130 Negara. Serta penghargaan yang diperoleh
dari berbagai pihak yang mengakui keberhasilan Nokia dalam menjalankan
straginya.
Revolusi Nokia
Revolusi perkembangan produk-produk Nokia terbagi menjadi
empat jaman, yaitu :
1.
First century
First century
terjadi pada tahun 1865 sampai dengan 1967, ketika Nokia baru didirikan. Pada
awal berdirinya Nokia masih berupa pabrik pengolah bubur kayu dan mulai beralih
menjadi pabrik elektronik yang menghasilkan peralatan rumah tangga, sepatu,
kabel, dan komputer. Sampai akhirnya pada tahun 1967, Nokia bergabung dengan
Finnish Rubber Works dan Finnish Cabel Works, mendirikan Nokia Corporation.
2.
The move to mobile
Era kedua, the
move to mobile, terjadi sejak 1968 sampai dengan 1991. Pada masa ini, Nokia
bekerja sama dengan pabrik televisi Salora, memproduksi Mobira Oy. Pada tahun
1981, Nokia juga menciptakan Nordic Mobile Telephone (NMT), sebagai ponsel
analog pertama di dunia. Pada masa ini pula diperkenalkan roaming internasional
dan telepon mobil.
Setelah Salora,
Nokia juga mengakuisisi Luxor, produsen peralatan elektronik asal Swedia. Dan
ketika muncul trend penurunan pangsa pasar di barang elektronik, Nokia hendak
mempersiapkan strategi baru, namun strategi ini ditolak oleh dewan internal,
dengan melanjutkan akuisisi terhadap Ocean SA, Solonor SA dan Televisso SA,
serta membeli 61% saham Maillefer Holding SA, produsen kabel asal Swiss.
Kegiatan akuisisi ini berlanjut sampai dengan tahun 1988, ketika Nokia
mengalami kerugian besar dikarenakan restrukturisasi produksi pesawat televisi
dihentikan sebagai akibat hubungan internal dewan eksekutif yang tidak akur dan
runtuhnya Uni Sovyet sebagai mitra utama bisnis Nokia.
Dari kejadian
ini, dapat disimpulkan dua kesalahan utama Nokia, yaitu menga tanpa risembil
keputusan tanpa riset yang memadai, dan rasa percaya diri yang berlebihan dalam
menangani masalah yang terjadi.
Sampai pada
tahun 1991, Nokia memutuskan untuk mengubah strateginya, dengan berfokus pada
pengembangan telekomunikasi dan mobile telephone, dan menjual semua kepemilikan
sahamnya diluar divisi ponsel. Selain itu, Nokia juga mengakuisisi Technophone,
produsen ponsel terbesar kedua di Eropa yang telah berhasil memasuki ke pasar
Amerika Serikat. Masuknya Nokia ke Amerika Serikat sempat mengalami hambatan,
yaitu tuntutan yang diajukan Motorola sebagai produsen ponsel terbesar di
Amerika Serikat saat itu. Namun keputusan berani ini terbukti telah
meningkatkan profitabilitas Nokia dengan cepat dan membuat Nokia dapat
menetapkan sasaran-sasaran baru yang lebih besar.
Pada masa ini,
Global System for Mobile communications (GSM) pertama kali digunakan oleh
Perdana Mentri Finlandia saat itu, menggunakan produk Nokia, membawa Jorma
Ollila ke kursi CEO Nokia. Pada tahun 1992, Nokia mengubah slogannya menjadi
bahasa Inggris, Connecting People, yang digunakan hingga saat ini.
Kesuksesan GSM di Eropa terjadi karena dukungan dari pemain kuncinya, yaitu pemerintah sebagai penentu peraturan, penyedia layanan jaringan (operator), dan industri produk yang berkomitmen.
Kesuksesan GSM di Eropa terjadi karena dukungan dari pemain kuncinya, yaitu pemerintah sebagai penentu peraturan, penyedia layanan jaringan (operator), dan industri produk yang berkomitmen.
Selain itu,
standar digitalisasi memungkinkan pengembangan layanan telekomunikasi ini. Dan
keberhasilan Nokia mengaplikasikan GSM didukung oleh dua alasan. Pertama,
sistem GSM menjanjikan pasar yang sangat besar, yang menjanjikan investasi
jangka panjang. Kedua, Nokia telah tidak asing terhadap GSM, dan Nokia secara
tidak langsung ikut serta dalam pengembangan standar GSM. Setelah teknologi GSM
mulai digunakan, Nokia mulai membangun bisnisnya secara serius menjadi bisnis
telekomunikasi. Nokia yakin bahwa ponsel, yang pada masa itu masih merupakan
peralatan bisnis yang mahal dan berukuran besar, akan mewabah dikemudian hari.
Produk GSM pertama adalah Nokia 1011, diluncurkan pada tahun 1992. Produk Nokia
2100 dengan desain melengkung pertama, diperkirakan akan laku sebanyak 400 ribu
buah, terjual sebanyak 20 juta buah, memberikan keuntungan operasional sebesar
1 miliyar US dollar.
3.
Mobile revolution
Sejak saat ini,
Nokia masuk ke era ketiga dan Nokia memunculkan beberapa ikon yang menjadi ciri
khasnya sampai saat ini, seperti Nokia Tune dan permainan Snake. Era ketiga ini
diakhiri pada tahun 1999 dengan munculnya produk Nokia 7110, produk pertama
yang dilengkapi WAP handset. Perkembangan selanjutnya terjadi dengan cepat,
ditandai dengan ukuran ponsel yang semakin kecil, tersegmentasi sesuai dengan
keragaman kelompok penggunanya, dan munculnya layanan baru, seperti SMS, MMS,
radio, dan yang terakhir, teknologi internet. Pada tahun 2002 Nokia meluncurkan
6650 sebagai produk 3G pertamanya.
4.
Nokia now
Pada era keempat
ditahun 2006, Nokia memutuskan untuk membangun jaringan bersama Siemmens.
Teknologi terakhir Nokia ditandai dengan diluncurkannya OVI, produk nokia yang
menggabunkan seluler dan internet. Dari perubahan Nokia dari era ke era yang
lain, dapat dilihat bahwa kesuksesan Nokia terjadi karena ia selalu
mengandalkan kemauan dan kemampuannya untuk memahami dan memanfaatkan perubahan
yang terjadi di pasar. Keadaan yang senantiasa berubah menuntut para pelaku
bisni untuk melakukan perubahan strategi, untuk memperbarui dan menyesuaikan
diri dengan lingkungan sekitar.
D. Visi IT
Nokia adalah perusahaan yang dahulunya memproduksi bubuk
kayu berevolusi menjadi perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi,
khususnya dalam bidang teknologi seluler. Visi IT yang diusung Nokia adalah “A
world where everyone can be connected“, yaitu usaha menggabungkan dunia fisik
dengan dunia digital di masa depan melalui teknologi selular. Tidak hanya
menghubungkan satu orang ke orang lain, namun juga dengan tempat dan benda di dunia,
sebagai cara baru untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Nokia berusaha
memberikan aspek personalisasi pada setiap produknya, dan serta kebebasan
berkomunikasi tanpa terhalang waktu dan tempat.
Secara
umum, Nokia membagi produknya menjadi empat kategori, yaitu :
a.
first-to-market (pertama di pasar),
b.
follow-the-leader (mengikuti trend pasar),
c.
application-engineering (aplikasi hasil
rekayasa),
d.
dan me-too (menjiplak model lain).
Untuk pengembangan produknya, Nokia membangun Nokia
Research Center ( NRC ). Awalnya NRC didirikan sebagai pusat penelitian yang
ditujukan untuk mengembangkan bisnis baru dalam bisnis telekomunikasi dan
pemrosesan data. Namun dalam perkembangannya, setelah terjadi kegagalan dan
krisis keuanganyang dialami Nokia, NRC
merevisi strateginya dan lebih berfokus pada bisnis semata. Dan ketika
profitabilitas Nokia mengalami kemajuan pada tahun 1994. NRC mendapatkan jatah
belanja yang besar, dengan melibatkan 35% tenaga kerja yang tergabung di Nokia
sejak Oktober 1999. Nokia membentuk teknologi dan plat form untuk memastikan
perkembangan yang efisien atas ponsel yang dikembangkannya, serta menerapkan
e-business yang memungkinkan terjadi proses yang berorientasi pada pelanggan,
meningkatkan fleksibilitas terhadap perubahan yang terjadi dalam organisasi dan
menciptakan sistem inventori yang transparan dalam logistiknya. Dalam
pengembangannya, e-business bergeser menjadi mobile-business. Konsep IP akan
memungkinkan mobile-business akan berubah menjadi sebuah pemikiran yang akan
menggabungkan tiga bidang, yaitu pribadi, kantor dan rumah, menjadi satu
kesatuan home communications.
Untuk memberikan produk yang selalu up-to-date, Nokia
melakukan inovasi di segala bidang, terutama pada bagian teknologi yang terus
berubah. Untuk itu, Nokia mendirikan Nokia Research Centre (NRC) yang ditujukan
untuk meneliti teknologi maupun fasilitas yang dapat ditambahkan pada
produknya, yang dapat membantu penggunanya.
Penelitian yang dilakukan di Pusat
Penelitian Nokia berfokus pada empat hal :
a.
rich context modeling,
adalah pengembangan teknologi yang
disesuaikan dengan lingkungan penggunanya. Hal ini berhubungan histori
informasi, serta kondisi lingkungan sekitar, seperti cuaca, lokasi, dan lain
sebagainya. Arah dari penelitian ini adalah menciptakan suatu layanan berbasis
kecerdasan buatan, yang diharapkan dapat memberikan layanan cerdas, seperti
forecasting ekonomi, pencarian rute terdekat, atau lensa kamera yang dapat
mengenali tempat bersejarah atau dapat memberikan informasi ekonomi setempat.
b.
new user interface,
berfokus untuk menciptakan suatu
tampilan yang nyaman untuk penggunanya, yang dapat mendukung personalisasi,
pengguna yang disesuaikan dengan infrastruktur dan terintegrasi dengan
jaringan. Untuk kenyamanan penggunaan perangkat dilengkapi dengan karakteristik
yang unik, seperti gerakan manusia, yang disesuaikan dengan aktivitas
penggunanya. Contoh pengembangan teknologi ini adalah proses yang dikenali
dengan menggerakkan tangan yang memegang ponsel, atau penerjemah bahasa yang
disesuaikan dengan tempat yang dikunjungi oleh pemilik handphone, yang dapat
memberikan terjemahan kata-kata yang banyak digunakan oleh pelancong. Contoh
lainnya adalah menghubungkan dua buah alat dengan cara yang unik, misalnya
dengan menyentuhkan dua buah ponsel, untuk berbagi weblink, kartu nama atau
data lainnya.
c.
high performance mobile platform
Nokia berusaha untuk mempertahankan
high performance mobile platform dengan menghemat energy yang tersedia,
mengembangkan teknologi berbasis indera perasa dan membangun arsitektur yang
memiliki kemampuan melebihi batasan fisik dari perangkat yang ada. Salah satu
pengembangannya adalah baterai hemat energy, daya tampung penyimpanan data pada
ponsel yang semakin besar, serta kemampuan perangkat selular yang hampir
menyamai kemampuan PC atau laptop.
d.
radio cognitive.
Nokia juga berusaha memaksimalkan
penggunaan gelombang radio yang tersebar di sekitarnya. Pengembangan teknologi
yang dilakukan antara lain dengan meminimalkan penggunaan modem untuk
mengoptimalkan jaringan lokal maupun jaringan jarak jauh. Contoh pengaplikasian
teknologi ini adalah penggunaan ponsel untuk mengoperasikan alat elektronik
yang ada disekitarnya melalui gelombang radio yang dipancarkan masing-masing
alat, ataupun penggunaan ponsel untuk pengiriman email, web conference, MMS dan
lain sebagainya.
Dalam tiga hal
tersebut, Nokia memusatkan penelitiannya pada apa yang akan digunakan orang
pada masa mendatang, teknologi dan tampilan seperti apa yang disukai dan
infrastuktur yang dibutuhkan untuk mewujudkan hal-hal tersebut.
E. Manfaat Sistem Informasi Manajemen dalam
perusahaan Nokia adalah
a.
Mempermudah perusahaan untuk berkembang dan
tidak terus menerus bertahan pada satu usaha saja.
b.
Memperlancar hubungan antara perusahaan dengan
manajemen-manajemen perusahaan Nokia.
c.
Mempermudah perusahaan untuk melakukan
kerjasama-kerjasama dalam bidang teknologi maupun komunikasi dengan
perusahaan-perusahaan lain yang berhubungan dengan perusahaan Nokia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar