Sabtu, 11 Januari 2014

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEMUDAHKAN TRANSAKSI NASABAH BCA (BANK CENTRAL ASIA)

TAFRIKATURROHMANIAH
EM.11.1.0766

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEMUDAHKAN TRANSAKSI NASABAH BCA
(BANK CENTRAL ASIA)

Pada abad ke 21 ini tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi informasi memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat kita selalu dimanjakan dengan berbagai kemudahan-kemudahan dalam mengerjakan sesuatu. karena kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi saat ini membuat perkembangan teknologi menjadi pengarah hidup bagi manusia. Pada dasarnya perkembangan teknologi memang sangat dibutuhkan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, namun tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat juga memberikan dampak negatif bagi manusia. Jika dilihat dari segi bisnis, perkembangan teknologi juga sangat dibutuhkan karena dengan adanya perkembangan teknologi para pelaku bisnis akan semakin dimudahkan dalam menjalankan bisnisnya. Jarak tempuh dan waktu yang sering menjadi masalah kini tak lagi memberi pengaruh yang signifikan bagi para pelaku usaha.

Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa pada era tahun 70-an seorang pakar manajemen memprediksi bahwa siapa yang menguasai sumber daya manusia dan informasi akan menguasai dunia. Hal ini terbukti karena menjelang abad ke 21 negara-negara dan perusahaan-perusahaan yang unggul adalah mereka yang sejak awal sudah menerapkan teknologi informasi sebagai alat untuk berkompetisi. Teknologi informasi sudah menjadi senjata dalam proses bisnis perusahaan yang dapat membuat aliran informasi berjalan secara cepat, secara internal maupun eksternal. Teknologi informasi memiliki banyak peranan dalam membantu manusia dalam memecahkan masalah karena dengan kreatifitas yang tinggi akan membuat manusia semakn efektif untuk memanfaatkannya.

Semakin gencarnya globalisasi dunia membuat teknologi informasi juga semakin marak di dunia bisnis. Dalam dunia bisnis teknologi informasi mempunyai pengaruh yang nyata, transaksi bisnis dicatat secara on-line, diolah dan pada saat yang hampir bersamaan (real-time) hasil pengolahan atau informasi dapat dilihat, seperti yang lazim dilakukan para nasabah bank pada saat melakukan transaksi pada ATM (automated teller machine).

Melihat semakin ketatnya persaingan bisnis dalam bidang perbankan, pihak bank tertentu harus memikirkan gtrategi-strategi jitu untuk memanjakan nasabah mereka. Sebut saja BCA (Bank Central Asia), siapa yang tidak mengenal Bank swasta raksasa ini, pastinya hampir seluruh kalangan masyarakat mengenal bank ini. BCA mampu memberikan pelayanan-pelayanan terbaik mulai dari pelayanan langsung melalui karyawan bank maupun pelayanan tidak langsung seperti kemudahan dalam melakukan transaksi.

BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997. Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Namun, secara khusus, kondisi ini memengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA pada tahun 1998.

Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. Di bulan Desember 1998, dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Aset BCA mencapai Rp 67.93 triliun, padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp 53.36 triliun. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah sepenuhnya pulih, dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia pada tahun 2000. Selanjutnya, BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan publik. Penawaran Saham Perdana berlangsung pada tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA.

Dalam tahun 2002, BPPN melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang strategis. Farindo Investment, Ltd., yang berbasis di Mauritius, memenangkan tender tersebut. Saat ini, BCA terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan penuh pada regulasi, pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial

BCA menawarkan berbagai kemudahan dalam melakukan transaksi, mulai dari transaksi perbankan tunai dan non tunai melalui ATM. Setiap orang pastinya menginginkan sesuatu yang mudah, cepat dan praktis untuk dilakukan, begitupun melakukan transaksi finansial seperti tarik tunai, setor tunai, pembayaran, transfer serta berbagai aktifitas finansial lainnya yang deberikan oleh BCA.

Contoh transaksi lain adalah transaksi perbankan via komputer maupun mobile phone atau ponsel. Ini merupakan suatu kelebihan lain dari BCA, BCA selalu memberikan pelayanan yang maksimal kepada nasabah mereka agar nasabah merasa puas terhadap pelayanan yang mereka berikan. Di jaman yang serba Teknologi ini membuat transaksi perbankan bisa dilakukan secara mudah di mana saja dan kapan saja. Berbagai fasilitas teknologi telah dimaksimalkan penggunaannya demi kenyamanan nasabah seperti ponsel maupun komputer. Ponsel dan komputer merupakan dua perangkat teknologi yang memungkinkan Anda melakukan transaksi perbankan dengan mudah dan cepat. Tanpa antri, Anda bisa bertransaksi cukup tekan tombol atau klik saja. Ini adalah salah satu cara BCA memanjakan nasabahnya. BCA Klikpay merupakan salah satu contoh konkrit dari BCA, dengan BCA Klikpay nasabah dapat melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja melalui layanan internet.

Di era seperti ini anda tidak di tuntut untuk membawa uang tunai dalam jumlah banyak, berbeda dengan dulu, dulu Anda harus selalu membawa uang tunai dalam jumlah banyak saat pergi kemanapun termasuk dalam hal berbelanja. Hal ini pastinya membuat Anda merasa kurang nyaman karena alasan faktor keamanan

Jika membicarakan tentang belanja, saat ini belanja secara online juga menjadi salah satu pilihan untuk menunjang kemudahan dalam bertransaksi, Selain dengan berbelanja itu, berbelanja dengan cara datang dan bertransaksi langsung di toko, mall, merchant, atau tempat belanja lainnya juga cukup mudah dengan Produk perbankan BCA seperti Kartu Paspor BCA, Kartu Kredit BCA, Kartu Flazz hingga BCA Klikpay.

Selain layanan perbankan di atas, BCA juga memiliki produk perbankan lainnya yang membuat kebebasan finansial anda semakin mudah dalam urusan transaksi, diantaranya E-Banking, Kartu Kredit, Pinjaman, Simpanan, Remmitance dan Layanan Investasi dan Produk lainnya. Kemudahan Transaksi yang di disediakan oleh BCA akan terus berkembang seiring dengan komitmen BCA sebagai salah satu bank swasta terbesar, terdepan, dan terpercaya memperoleh pengakuan dari berbagai pihak, terutama nasabah setianya. Dengan kedewasaan, kematangan, dan kestabilan ini BCA akan terus melangkah menjadi lebih baik dan lebih maju lagi.

Berikut adalah beberapa contoh layanan perbankan elektronik dari BCA, yaitu :
1)        ATM BCA (multifungsi, non tunai, dan setoran tunai)
2)        Debit BCA
3)        Tunai BCA
4)        Flazz
5)        Self Service Passbook Printer (SSPP)
6)        EDC BIZZ
7)        Internet Banking (KlikBCA Individu dan KlikBCA Bisnis)
8)        Mobile Banking (m-BCA)
9)        Call Center (Halo BCA)
10)    Phone Banking (BCA by Phone Business dan BCA by Phone)
11)    SMS Top Up
12)    SMS Push Notification


Dari artikel diatas dapat dilihat jelas bahwa perkembangan teknologi memiliki pengaruh yang sangat penting bagi para pelaku bisnis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar