Jumat, 17 Januari 2014

Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Bidang Perbankan


Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Bidang Perbankan
Nama : Ujang Setiawan
NIM   : EM.11.1.O781
Fakuiltas : Eonomi,Manajemen





Perkembangan Teknologi Informasi (TI) Yang berkembang dewasa ini memberikan banyak manfaat kepada peradaban manusia di era modern ini. Setiap orang merasakan dampak dari perkembangan Teknologi Informasi (TI) dari masa ke masa. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di masa ini maupun di masa mendatang. Karena Teknologi Informasi (TI) dapat ditemui di manapun dalam kehidupan sehari-hari manusia contohnya computer, televisi, telepon seluler, dan lain-lain. Oleh karena itu manusia di era modern seperti saat ini dituntut untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan Teknologi Informasi (TI) agar dapat bersaing dalam persaingan yang ketat di era globalisasi seperti saat ini maupun di masa mendatang.

            Dalam dunia bisnis saat ini Teknologi Informasi (TI) sangat bermanfaat karena semakin memudahkan orang dalam melakukan bisnis. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sekarang ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis, perkembangan dunia Teknologi Informasi (TI) yang sangat cepat seperti yang kita rasakan sekarang ini, membuat dunia bisnis juga berkembang pesat karena keduanya saling ber-relasi dan saling membutuhkan satu sama lain. Bahkan sekarang ini hampir setiap orang yang melakukan bisnis tidak lepas dari Teknologi Informasi (TI). Dan sekarang semakin banyak dibutuhkan orang-orang yang ahli dalam bidang Teknologi Informasi (TI) untuk kegiatan bisnis.

            Bisnis perbankan sangat mempengaruhi ekonomi dunia saat ini. semenjak ditemukannya computer pada tahun 1955, Teknologi Informasi (TI) berkembang sangat cepat, perkembangan Teknologi Informasi (TI) sangat bermanfaat dalam dunia perbankan. Semenjak itu dunia perbankan berkembang sangat cepat dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI). Pada awalnya dunia perbankan hanya sebagai jasa tempat penukaran uang (money changer). Lalu kemudian berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang, yang saat ini dikenal sebagai kegiatan simpanan (tabungan). Kemudian berkembang lagi sebagai tempat peminjaman uang. Dan masih terus berkembang hingga saati ini. Sekarang dunia perbankan telah berkembang bersama Teknologi Informasi (TI) dan hasilnya adalah seperti yang kita lihat sekarang ini, contohnya adalah E-banking dan lain-lain.

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) Dalam Dunia Perbankan


Seperti yang kita lihat sekarang ini Teknologi Informasi (TI) sangat cepat berkembang dan semakin dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat. Dalam hal ini perbankan, pada awalnya Bank di bentuk bukan seperti sekarang ini yang seperti kita lihat sekarang. Pada awalnya bank hanya sebuah jasa yang melayani penukaran uang, kemudian berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang (tabungan), lalu berkembang lagi menjadi tempat peminjaman uang. Awal kegiatan perbankan dimulai dari zaman babylonia kemudian terus berkembang ke zaman yunani kuno dan romawi. Hingga akhirnya terus berkembang sampai ke daratan eropa, dan akhirnya berkembang sampai ke Asia Barat yang dibawa oleh para pedagang Eropa, dan terus berkembang hingga kegiatan perbankan ini menyebar ke seluruh dunia, terutama daerah jajahan Eropa.

            Dewasa ini bank bukan hanya sebagai tempat penukaran, penitipan, maupun peminjaman uang. Saat ini bank berkembang menjadi lebih besar lagi bahkan sekarang ini mempengaruhi ekonomi masyarakat dalam tingkat nasional, maupus dalam tingkat internasional.  Dalam skala yang sangat besar ini tentu bank sangat membutuhkan Teknologi Informasi (TI) untuk pengelolaanya karena bank sudah mencakup lingkup yang sangat besar hingga dunia internasional. Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dalam bidang perbankan diharapkan dapat memudahkan pihak bank maupun pengguna jasa bank.

            Penerapan Teknologi Informasi (TI) dalam dunia perbankan sangat membantu bank dalam mempermudah dan meningkatkan fasilitasnya, Contohnya mesin ATM. ATM(Automated Teller Machine) pertama kali ditemukan oleh Donald C. Wetzel asal amerika serikat pada tahun 1968. Penemuan ini berawal dari saat beliau lelah dan kesal mengantre dalam antrian panjang bank. Ia lantas menemukan ide pengembangan mesin untuk nasabah bertransaksi. Ide mesin ini ditujukan untuk menggantikan fungsi teller bank untuk melayani nasabah dengan praktis. Mesin mulai digunakan secara komersil tepat pada tanggal 2 september 1969, oleh Chemical bank, new York. Saat itulah industri perbankan di dunia mengenal mesin ATM modern pertama yang menggunakan kartu plastik ber-strip magnetik dan sukses diterima bank-bank di Amerika Serikat. Namun, mesin ATM Wetzel bukanlah yang pertama saat itu. Cikal bakal ATM itu sudah diperkenalkan sejak 1939 oleh Luther George Simjian. Sayangnya, pihak bank waktu itu masih tidak bisa menerima pemikian bahwa sebuah mesin dapat menggantikan pekerjaan manusia melayani nasabah. Bahkan, permintaan mesin ATM kala itu masih sangat kecil. Alhasil, ATM temuan Simjian itu tidak sukses dipasaran. Karena faktor itulah, Smithsonian’s National Museum of American History, lebih memilih mencatat nama Donald Wetzel sebagai penemu ATM. Apalagi, pada 1973, dari total 2.000 ATM yang beroperasi di Amerika Serikat, sebagian besar adalah model buatan Docutel—perusahaan tempat Wetzel bekerja.

Pada awal ditemukannya mesin ATM, ATM belum dapat terhubung secara online. Baru pada 1974, perusahaan bernama Diebold asal Amerika Serikat, berhasil mengaplikasikan ATM yang langsung terhubung secara online dengan bank, sehingga mesin ini makin bisa memenuhi permintaan industri perbankan.

            Dalam perkembangannya, saat ini pengaplikasian Teknologi Informasi (TI) dalam dunia perbankan bukan hanya mencakup ATM saja. Namun juga hal-hal lainnya seperti Internet Banking. Dunia internet telah berkembank luas dan mendunia. Selama tahun 1980-an programmer yang bekerja pada bidang perbankan mulai dating dengan ide-ide untuk transaksi perbankan online. Perkembankan internet banking pada awalnya di motori oleh organisasi perbankan dan keuangan di eropa dan amerika serikat pada saat itu disebut “Rumah perbankan”. Pada awal 1980 saat computer dan internet belum banyak di kenal oleh masyarakat dunia dan tidak berkembang baik, penggunaan “perbankan rumah” terbuat dari mesin fax dan telepon unutk memudahkan orang yang menggunakan jasa bank. Lalu, penyebaranfasilitas internet dan pemrogramman membuat peluang “perbankan rumah” semakin besar. Tahun 1983, Nottingham building society (NBS) memelopori perbankan online pertama di inggris. Layanan ini membentuk sebagian besar fasilitas internet perbankan untuk diikuti.  Fasilitas ini pada awalnya tidak berkembang dengan baik dan membatasi jumlah transaksi untuk pemegang rekening. Fasilitas yang diambil ini merupakan system yang diambil dari system prestel, system yang digunakan departemen pos inggris. Sedangkan di amerika serikat layanan ini pertama kali dikenalkan pada oktober 1994.  Yang dikembankan oleh Stamford federal credit union , yang merupakan lembaga keuangan. Sedangkan jika di Indonesia sendiri dikenalkan pada tahun 2001 yang pertama kali dikenalkan oleh Bank Central Asia(BCA).
            Saat ini online banking sudah sangat marak penggunaanya. Internet banking bukan hanya menguntungkan pihak pelanggan pengguna jasa bank namun juga menguntungkan bagi bank itu sendiri. Dengan Internet banking yang marak penggunaanya saat ini, sekarang nasabah bank tidak perlu untuk datang ke bank untuk mengambil tabungan, menabung, atau sekedar mengecek saldo mereka. Berbagai kemudahan yang ditawarkan online banking sekarang ini sudah dapat di manfaatkan oleh sebagian besar nasabah, karena saat ini Teknologi Informasi (TI) sudah dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat baik golongan masyarakat kelas atas hingga golongan masyarakat golongan bawah. Selain kelebihan-kelebihan diatas yang ditawarkan oleh Internet banking, kelebihan lainnya yaitu misalnya mentransfer uang ke rekening lain dengan Internet banking, membayar tagihan listrik, membayar tagihan air, bahkan membeli pulsa secara Internet dari Internet banking. Bahkan dewasa ini jual/beli barang/jasa dapat dilakukan secara online. Pelanggan dapat membeli sesuatu hanya dengan mengakses internet dan menggunakan Internet banking dari bank masing-masing. Internet banking sekarang juga menawarkan kartu kredit online, pinjaman personal, dan akun tabungan. Dan semua itu dilakukan secara online. Selain nasabah pihak bank sendiri juga diuntungkan. Bank akan lebih praktis dalam melayani nasabah dalam melakukan transaksi karena jika nasabah melakukan transaksi denan menggunakan fasilitas online banking maka teller bank tidak perlu melayani nasabah secara manual. sehingga ini akan memudahkan teller karena jumlah nasabah yang dating langsung ke bank akan berkurang dan ini akan membuat bank mendapatkan keuntungan yang lebih . sehingga kesimpulannya semakin banyak nasabah yang menggunakan online banking maka keuntungan yang di dapat bank akan semakin bertambah besar. Pada akhirnya, jika bank mendapat keuntungan maka bisa saja bank menawarkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi sehingga kembali dapat menguntungkan pelanggan.

Menilai dari popularitas yang sekarang, online banking akan terus popular dan digunakan di masa yang akan datang. Individual dan pelaku bisnis yang sebelumnya menolak untuk mengadopsi online banking sebagai alat komersial, sekarang tidak akan mempunyai banyak pilihan lagi. Kecepatan sistem online dalam melakukan transaksi akan mengalahkan metode tradisional sepenuhnya. Bagaimanapun juga, perkembangan dari online banking akan tergantung dari seberapa user-friendly nya fasilitas yang ada, penambahan fasilitas yang baru yang akan ditambahkan dan bagaimana konsep dari online banking dikemas sedemikian rupa untuk digunakan secara umum. Sayangnya sampai sekarang bank dan pelanggan masih jarang sepakat dalam hal fasilitas mana saja yang berguna dan tidak berguna. Sejumlah riset pasar dan polling pelanggan diperlukan untuk menjembatani jarak antara apa yang diperlukan dalam perbankan dan apa yang tersedia.

Salah satu penggunaan online banking di masa yang akan datang, menurut Bank of America, harus menyediakan kesempatan untuk mengembangkan perbankan di dalam cara-cara inovatif yang mengutamakan kecenderungan kelakuan pelanggan, pilihan yang ada, dan trend. Ide-ide baru yang dikembangkan harus menerapkan teknologi yang mengungkap wawasan yang mencakup skala sosial dan fisik yang luas, dari interaksi dengan pelanggan secara individu menuju kepada transaksi secara global. Perlu dilakukan riset guna menemukan inovasi untuk mengubah dunia perbankan secara menyeluruh. Peneliti akan menanyakan pertanyaan seperti : “Bagaimana caranya sehingga semua pelanggan dapat memiliki pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk mengontrol keuangan mereka secara lebih baik di masa yang akan datang?”, “Bagaimana interaksi perbankan ber-evolusi ketika dunia pelanggan secara fisik dan virtual terjalin?”, dan “Bagaimana jaringan sosial mengubah pengalaman pelanggan menjadi lebih mudah, nyaman, dan lebih terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari? ”

Kamis, 16 Januari 2014

KRIS SILVIATUN
NIM : E.M 11.1.0682

Gaya Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam setiap kelompok/organisasi. Gaya kepemimpinan demokratis diwujudkan dengan dominasi perilaku sebagai pelindung dan penyelamat dan perilaku yang cenderung memajukan dan mengembangkan organisasi/kelompok. Di samping itu diwujudkan juga melalui perilaku kepemimpinan sebagai pelaksana (eksekutif).
Dengan didominasi oleh ketiga perilaku kepemimpinan tersebut, berarti gaya ini diwarnai dengan usaha mewujudkan dan mengembangkan hubungan manusiawi (human relationship) yang efektif, berdasarkan prinsip saling menghormati dan menghargai antara yang satu dengan yang lain. Pemimpin memandang dan menempatkan orang-orang yang dipimpinnya sebagai subjek, yang memiliki kepribadian dengan berbagai aspeknya, seperti dirinya juga. Kemauan, kehendak, kemampuan, buah pikiran, pendapat, minat/perhatian, kreativitas, inisiatif, dan lain-lain yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain selalu dihargai dan disalurkan secara wajar.
Berdasarkan prinsip tersebut di atas, dalam gaya kepemimpinan ini selalu terlihat usaha untuk memanfaatkan setiap orang yang dipimpin. Proses kepemimpinan diwujudkan dengan cara memberikan kesempatan yang luas bagi anggota kelompok/organisasi untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Partisipasi itu disesuaikan dengan posisi/jabatan masing-masing, di samping memperhatikan pula tingkat dan jenis kemampuan setiap anggota kelompok/organisasi. Para pemimpin pelaksana sebagai pembantu pucuk pimpinan, memperoleh pelimpahan wewenang dan tanggung jawab, yang sama atau seimbang pentingnya bagi pencapaian tujuan bersama. Sedang bagi para anggota kesempatan berpartisipasi dilaksanakan dan dikembangkan dalam berbagai kegiatan di lingkungan unit masing-masing, dengan mendorong terwujudnya kerja sama, baik antara anggota dalam satu maupun unit yang berbeda. Dengan demikian berarti setiap anggota tidak saja diberi kesempatan untuk aktif, tetapi juga dibantu dalam mengembangkan sikap dan kemampuannya memimpin. Kondisi itu memungkinkan setiap orang siap untuk dipromosikan menduduki posisi/jabatan pemimpin secara berjenjang, bilamana terjadi kekosongan karena pensiun, pindah, meninggal dunia, atau sebab-sebab lain.
Kepemimpinan dengan gaya demokratis dalam mengambil keputusan sangat mementingkan musyawarah, yang diwujudkan pada setiap jenjang dan di dalam unit masing-masing. Dengan demikian dalam pelaksanaan setiap keputusan tidak dirasakan sebagai kegiatan yang dipaksakan, justru sebaliknya semua merasa terdorong mensukseskannya sebagai tanggung jawab bersama. Setiap anggota kelompok/organisasi merasa perlu aktif bukan untuk kepentingan sendiri atau beberapa orang tertentu, tetapi untuk kepentingan bersama.
Aktivitas dirasakan sebagai kebutuhan dalam mewujudkan partisipasi, yang berdampak pada perkembangan dan kemajuan kelompok/organisasi secara keseluruhan. Tidak ada perasaan tertekan dan takut, namun pemimpin selalu dihormati dan disegani secara wajar.
Gaya Kepemimpinan Otoriter
Kepemimpinan otoriter merupakan gaya kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. Oleh karena itu gaya kepemimpinan ini menempatkan kekuasaan di tangan satu orang atau sekelompok kecil orang yang di antara mereka tetap ada seorang yang paling berkuasa. Pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal. Orang-orang yang dipimpin yang jumlahnya lebih banyak, merupakan pihak yang dikuasai, yang disebut bawahan atau anak buah. Kedudukan bawahan semata-mata sebagai pelaksana keputusan, perintah, dan bahkan kehendak pimpinan. Pemimpin memandang dirinya lebih, dalam segala hal dibandingkan dengan bawahannya. Kemampuan bawahan selalu dipandang rendah, sehingga dianggap tidak mampu berbuat sesuatu tanpa perintah. Perintah pemimpin sebagai atasan tidak boleh dibantah, karena dipandang sebagai satu-satunya yang paling benar. Pemimpin sebagai penguasa merupakan penentu nasib bawahannya. Oleh karena itu tidak ada pilihan lain, selain harus tunduk dan patuh di bawah kekuasaan sang pemimpin. Kekuasaan pimpinan digunakan untuk menekan bawahan, dengan mempergunakan sanksi atau hukuman sebagai alat utama. Pemimpin menilai kesuksesannya dari segi timbulnya rasa takut dan kepatuhan yang bersifat kaku.
Kepemimpinan dengan gaya otoriter banyak ditemui dalam pemerintahan Kerajaan Absolut, sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. Di samping itu sering pula terlihat gaya dalam kepemimpinan pemerintahan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter.

Gaya Kepemimpinan Bebas dan Gaya Kepemimpinan Pelengkap
Kepemimpinan Bebas merupakan kebalikan dari tipe atau gaya kepemimpinan otoriter. Dilihat dari segi perilaku ternyata gaya kepemimpinan ini cenderung didominasi oleh perilaku kepemimpinan kompromi (compromiser) dan perilaku kepemimpinan pembelot (deserter). Dalam prosesnya ternyata sebenarnya tidak dilaksanakan kepemimpinan dalam arti sebagai rangkaian kegiatan menggerakkan dan memotivasi anggota kelompok/organisasinya dengan cara apa pun juga. Pemimpin berkedudukan sebagai simbol. Kepemimpinannya dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatan (berbuat) menurut kehendak dan kepentingan masing-masing, baik secara perseorangan maupun berupa kelompok-kelompok kecil.
Pemimpin hanya memfungsikan dirinya sebagai penasihat, yang dilakukan dengan memberi kesempatan untuk berkompromi atau bertanya bagi anggota kelompok yang memerlukannya. Kesempatan itu diberikan baik sebelum maupun sesudah anggota yang bersangkutan menetapkan keputusan atau melaksanakan suatu kegiatan.
Kepemimpinan dijalankan tanpa berbuat sesuatu, karena untuk bertanya atau tidak (kompromi) tentang sesuatu rencana keputusan atau kegiatan, tergantung sepenuhnya pada orang-orang yang dipimpin. Dalam keadaan seperti itu setiap terjadi kekeliruan atau kesalahan, maka pemimpin selalu berlepas tangan karena merasa tidak ikut serta menetapkannya menjadi keputusan atau kegiatan yang dilaksanakan kelompok/organisasinya. Pemimpin melepaskan diri dari tanggung jawab (deserter), dengan menuding bahwa yang salah adalah anggota kelompok/organisasinya yang menetapkan atau melaksanakan keputusan dan kegiatan tersebut. Oleh karena itu bukan dirinya yang harus dan perlu diminta pertanggungjawaban telah berbuat kekeliruan atau kesalahan.
Sehubungan dengan itu apabila tidak seorang pun orang-orang yang dipimpin atau bawahan yang mengambil inisiatif untuk menetapkan suatu keputusan dan tidak pula melakukan sesuatu kegiatan, maka kepemimpinan dan keseluruhan kelompok/organisasi menjadi tidak berfungsi. Kebebasan dalam menetapkan suatu keputusan atau melakukan suatu kegiatan dalam tipe kepemimpinan ini diserahkan sepenuhnya pada orang-orang yang dipimpin.
Oleh karena setiap manusia mempunyai kemauan dan kehendak sendiri, maka akan berakibat suasana kebersamaan tidak tercipta, kegiatan menjadi tidak terarah dan simpang siur. Wewenang tidak jelas dan tanggung jawab menjadi kacau, setiap anggota saling menunggu dan bahkan saling salah menyalahkan apabila diminta pertanggungjawaban.
Gaya atau perilaku kepemimpinan yang termasuk dalam tipe kepemimpinan bebas ini antara lain  

1. Kepemimpinan Agitator
Tipe kepemimpinan ini diwarnai dengan kegiatan pemimpin dalam bentuk tekanan, adu domba, memperuncing perselisihan, menimbulkan dan memperbesar perpecahan/pertentangan dan lain-lain dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri. Agitasi yang dilakukan terhadap orang luar atau organisasi lain, adalah untuk mendapatkan keuntungan bagi organisasinya dan bahkan untuk kepentingan pemimpin sendiri

2. Kepemimpinan Simbol
Tipe kepemimpinan ini menempatkan seorang pemimpin sekedar sebagai lambang atau simbol, tanpa menjalankan kegiatan kepemimpinan yang sebenarnya.
Di samping gaya kepemimpinan demokratis, otokrasi maupun bebas maka pada kenyataannya sulit untuk dibantah bila dikatakan terdapat beberapa gaya atau perilaku kepemimpinan yang tidak dapat dikategorikan ke dalam salah satu tipe kepemimpinan tersebut. Sehubungan dengan itu sekurang kurangnya terdapat lima gaya atau perilaku kepemimpinan seperti itu. Kelima gaya atau perilaku kepemimpinan itu adalah
1.                  Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Ahli (Expert)
2.                  Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Kharismatik
3.                  Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Paternalistik
4.                  Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Pengayom
5.                  Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Tranformasional




KEKUASAAN DAN KONFLIK DALAM KEPEMIMPINAN

Kekuasaan
Kekuasaan dapat didefinisikan sebagai suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin. Kekuasaan seringkali dipergunakan silih berganti dengan istilah pengaruh dan otoritas.
Berbagai sumber dan jenis kekuasaan dari beberapa teoritikus seperti French dan Raven, Amitai Etzioni, Kenneth W. Thomas, Organ dan Bateman, dan Stepen P Robbins telah dikemukakan dalam kegiatan belajar ini.
Kekuasaan merupakan sesuatu yang dinamis sesuai dengan kondisi yang berubah dan tindakan-tindakan para pengikut. Berkaitan dengan hal ini telah dikemukakan social exchange theory, strategic contingency theory dan proses-proses politis sebagai usaha untuk mempertahankan, melindungi dan me-ningkatkan kekuasaan.
Dalam kaitan dengan kekuasaan, para pemimpin membutuhkan kekuasaan tertentu agar efektif. Keberhasilan pemimpin sangat tergantung pada cara penggunaan kekuasaan. Pemimpin yang efektif kemungkinan akan menggunakan kekuasaan dengan cara yang halus, hati-hati, meminimalisasi perbedaan status dan menghindari ancaman- ancaman terhadap rasa harga diri para pengikut.

Pengaruh
Pengaruh sebagai inti dari kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mengubah sikap, perilaku orang atau kelompok dengan cara-cara yang spesifik. Seorang pemimpin yang efektif tidak hanya cukup memiliki kekuasaan, tetapi perlu pula mengkaji proses-proses mempengaruhi yang timbal balik yang terjadi antara pemimpin dengan yang dipimpin.
Para teoretikus telah mengidentifikasi berbagai taktik mempengaruhi yang berbeda-beda seperti persuasi rasional, permintaan berinspirasi, pertukaran, tekanan, permintaan pribadi, menjilat, konsultasi, koalisi, dan taktik mengesahkan. Pilihan taktik mempengaruhi yang akan digunakan oleh seorang pemimpin dalam usaha mempengaruhi para pengikutnya tergantung pada beberapa aspek situasi tertentu. Pada umumnya, para pemimpin lebih sering menggunakan taktik-taktik mempengaruhi yang secara sosial dapat diterima, feasible, memungkinkan akan efektif untuk suatu sasaran tertentu, memungkinkan tidak membutuhkan banyak waktu, usaha atau biaya.
Efektivitas masing-masing taktik mempengaruhi dalam usaha untuk memperoleh komitmen dari para pengikut antara lain tergantung pada keterampilan pemimpin, jenis permintaan serta position dan personal power pemimpin tersebut.

Konflik
Konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana sebuah usaha dibuat dengan sengaja oleh seseorang atau suatu unit untuk menghalangi pihak lain yang menghasilkan kegagalan pencapaian tujuan pihak lain atau meneruskan kepentingannya.

Ada beberapa pandangan tentang konflik yaitu pandangan tradisional, netral dan interaksionis. Pandangan tradisional mengatakan bahwa konflik itu negatif, pandangan netral menganggap bahwa konflik adalah ciri hakiki tingkah laku manusia yang dinamis, sedangkan interaksionis mendorong terjadinya konflik.
Untuk mengurangi, memecahkan dan menstimulasi konflik ada beberapa pendekatan atau strategi yang dapat ditempuh sebagaimana disarankan oleh beberapa teoretikus.

PERKEMBANGAN MUTAKHIR TENTANG KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan Perempuan
Perubahan lingkungan dan pergeseran budaya telah mempengaruhi dinamika kepemimpinan perempuan. Pada umumnya pemimpin perempuan cenderung diberikan porsi pada organisasi perempuan dan sosial. Namun dengan adanya globalisasi telah merubah paradigma kepemimpinan ke arah pertimbangan core competence yang dapat berdaya saing di pasar global Oleh sebab itu banyak organisasi berkaliber dunia yang memberikan kesempatan bagi perempuan yang mampu dan memenuhi persyaratan kepemimpinan sesuai situasi dan kondisi sekarang ini.
Hambatan bagi kepemimpinan perempuan lebih banyak akibat adanya stereotipe negatif tentang kepemimpinan perempuan serta dari mental (perempuan) yang bersangkutan. Stereotipe-stereotipe tersebut muncul sebagai akibat dari pemikiran individu dan kolektif yang berasal dari latar belakang sosial budaya dan karakteristik pemahaman masyarakat terhadap gender serta tingkat pembangunan suatu negara atau wilayah.
Dari hasil temuan, ternyata tidak ditemukan adanya perbedaan antara gaya kepemimpinan perempuan dengan laki-laki, walaupun ada sedikit perbedaan potensi kepemimpinan perempuan dan laki-laki, di mana keunggulan dan kelemahan potensi kepemimpinan perempuan dan laki-laki merupakan hal yang saling mengisi. Begitu juga dengan karakteristik kepemimpinan perempuan dan laki-laki dapat disinergikan menjadi kekuatan yang harmonis bagi organisasi yang bersangkutan.
Untuk menduduki posisi kepemimpinan dalan organisasi di era global, perempuan perlu meningkatkan ESQ dan memperkaya karakteristik kepemimpinannya dengan komponen-komponen, antara lain pembangunan mental, ketangguhan pribadi dan ketangguhan sosial serta menutupi agresivitasnya menjadi ketegasan sikap, inisiatif, dan percaya diri akan kompetensinya
.
Kepemimpinan dalam Beragam Budaya dan Negara
Pada kegiatan belajar ini telah Anda lihat bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap dan perilaku pemimpin pada berbagai Negara atau budaya. Namun demikian, terdapat dimensi kepemimpinan yang secara universal relatif sama yaitu setiap pemimpin diharapkan mampu proaktif dan tidak otoriter. Di samping itu, terdapat pula beberapa variasi sikap dan perilaku pemimpin di dalam kelompok budaya dan di dalam Negara pada berbagai budaya atau Negara. Demikian pula terdapat perbedaan sikap dan perilaku pemimpin pada Negara- Negara yang menganut system nilai berbeda.
Kepemimpinan Visioner
Seorang pemimpin visioner harus bisa menjadi penentu arah, agen perubahan, juru bicara dan pelatih.
Oleh karena itu seorang pemimpin visioner harus:
1.      Menyusun arah dan secara personal sepakat untuk menyebarkan kepemimpinan visioner ke seluruh organisasi.
2.      memberdayakan para karyawan dalam bertindak untuk mendengar dan mengawasi umpan balik.
3.      selalu memfokuskan perhatian dalam membentuk organisasi mencapai potensi terbesarnya.

Kepemimpinan Ahli
Pada era globalisasi, banyak terjadi perubahan dalam segala sendi kehidupan masyarakat, terutama yang berhubungan dengan bidang ekonomi perdagangan, industri, telekomunikasi dan informasi. Dalam masa post modernism yang sekarang sedang kita jalani, perubahan paradigma manajemen turut bergerak secara dinamis, dari paradigma manajemen klasik hingga paradigma post modernism yang salah satunya diwakili oleh learning organization dengan pengukuran kinerja balanced score card yang memperhitungkan pula keterkaitan dengan lingkungan luar organisasi.
Secara historis, paradigma kepemimpinan tersebut terbagi dalam beberapa lokus dan fokus keilmuan, yang diwakili dalam kelompok paradigma aliran wilayah utara, barat, timur dan global baru. Hal tersebut, dipaparkan dalam beberapa kategori, antara lain dalam kategori manajer individual, yang terbagi menjadi manajemen efektif (Drucker), manajemen perusahaan (Peters), manajemen kualitas total (Toyota), keahlian diri pada bidang tertentu (self- mastery); kategori kelompok sosial terbagi menjadi kerjasama tim yang efektif (Likert), pembagian nilai (Deal/Kennedy), siklus atau lingkaran kualitas (Sony), sinergi sosial; kategori organisasi secara keseluruhan yang terbagi menjadi organisasi yang hirarkis (Chandler), organisasi jaringan (Handy) organisasi ramping (Honda), organisasi yang belajar (learning organization), kategori ekonomi dan masyarakat yang terbagi menjadi tanggungjawab badan hukum (Chandler), perusahaan swasta yang mandiri atau bebas (Gilder), modal atau investasi sumber daya manusia (Ozaka) dan pembangunan yang berkelanjutan.
Globalisasi juga telah mempengaruhi terjadinya perubahan paradigma dalam praktik manajemen khususnya kepemimpinan. Secara garis besar, perbedaaan antara paradigma lama dan baru dilihat dari aspek-aspek antara lain berikut ini:
1.      Dari aspek tanggung jawab organisasi: paradigma lama menitikberatkan pada pertanggungjawaban organisasi tentang lingkungan akibat dari proses input-proses-output organisasi sedangkan pada paradigma baru menekankan tanggungjawab pada pembangunan yang berkelanjutan.
2.      Dari aspek tim manajemen: paradigma lama menekankan struktur dan fungsi interaksi kelompok untuk mencapai sinergi sosial dalam mengelola organisasi masing-masing, sedangkan paradigma baru menitikberatkan pada struktur dan proses dengan pendekatan learning organization.
3.      Dari aspek kepemimpinan manajemen: paradigma lama menitikberatkan pada kapasitas individual manajer dalam memimpin, sedangkan paradigma baru menekankan keunggulan diri manajer (self-mastery) dalam memimpin.

Kesemua perjalananan dan dinamika faktor-faktor organisasi tersebut baik eksternal maupun internal, telah membawa perubahan paradigma kepemimpinan yang dinamis dan fleksibel. Perubahan tersebut banyak menyangkut pada pembentukan mental pribadi manajer dan pembentukan visi manajer serta organisasi.

APLIKASI KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Kepemimpinan, Organisasi dan Perubahan Lingkungan
Ada tiga jenis perubahan yaitu perubahan rutin, perubahan pengembangan, dan inovasi. Mengelola perubahan adalah hal yang sulit. Ukuran kapasitas kepemimpinan seseorang salah satu diantaranya adalah kemampuannya dalam mengelola perubahan. Kemampuan ini penting sebab pada masa kini pemimpin, akan selalu dihadapkan pada perubahan-perubahan, sehingga pemimpin dituntut untuk mampu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan.
Pemimpin yang kuat bahkan mampu mempelopori perubahan lingkungan. Ada empat tahap yang harus dilakukan agar pemimpin dapat mengelola perubahan lingkungan. Tahap-tahap tersebut adalah pertama, mengidentifikasi perubahan; Kedua, Menilai posisi organisasi; Ketiga, Merencanakan dan melaksanakan perubahan; dan Keempat, Melakukan evaluasi. Untuk memperoleh hasil yang diharapkan maka keempat langkah tersebut perlu dilakukan secara berurutan dan berkesinambungan.

Kepemimpinan dan Budaya Organisasi
Tugas utama seorang pemimpin adalah mengajak orang untuk menyumbangkan bakatnya secara senang hati dan bersemangat untuk kepentingan organisasi. Dengan demikian pemimpin atau manajer harus mengarahkan perilaku para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai. Para pemimpin perlu membentuk, mengelola, meningkatkan, dan mengubah budaya kerja organisasi. Untuk melaksanakan tugas tersebut, manajer perlu menggunakan kemampuannya dalam membaca kondisi lingkungan organisasi, menetapkan strategi organisasi, memilih teknologi yang tepat, menetapkan struktur organisasi yang sesuai, sistem imbalan dan hukuman, sistem pengelolaan sumberdaya manusia, sistem dan prosedur kerja, dan komunikasi serta motivasi.
Salah satu cara mengembangkan budaya adalah dengan menetapkan visi yang jelas dan langkah yang strategis, mengembangkan alat ukur kinerja yang jelas, menindaklanjuti tujuan yang telah dicapai, menetapkan sistem imbalan yang adil, menciptakan iklim kerja yang lebih terbuka dan transparan, mengurangi permainan politik dalam organisasi, dan mengembangkan semangat kerja tim melalui pengembangan nilai-nilai inti.

Kepemimpinan dan Inovasi
Inovasi berbeda dengan kreativitas. Kreativitas lebih berfokus pada penciptaan ide sedangkan inovasi berfokus pada bagaimana mewujudkan ide. Karena inovasi adalah proses mewujudkan ide, maka diperlukan dukungan dari faktor-faktor organisasional dan leaderships.
Dalam membahas inovasi paling tidak ada duabelas tema umum yang berkaitan dengan pembahasan tentang inovasi yaitu kreativitas dan inovasi, karakteristik umum orang-orang kreatif, belajar atau bakat, motivasi, hambatan untuk kreatif dan budaya organisasi, struktur organisasi, struktur kelompok, peranan pengetahuan, kreativitas radikal atau inkrimental, struktur dan tujuan,proses, dan penilaian. Kemampuan organisasi dalam mengelola keduabelas tema tersebut akan menentukan keberhasilannya dalam melakukan inovasi.

Inovasi berkaitan erat dengan proses penciptaan pengetahuan. Proses penciptaan pengetahuan dilakukan dengan melakukan observasi atas kejadian, mengolahnya menjadi data, lalu data dijadikan informasi, dan informasi diberikan konteks sehingga menjadi pengetahuan. Pengetahuan inilah yang oleh pemimpin dijadikan arah atau bekal untuk melakukan inovasi. Organisasi yang mampu secara terus menerus melakukan penciptaan pengetahuan disebut sebagai learning organization.

Pengaruh SIM Terhadap Dunia Bisnis

ONIEE NURFINA
EM.11.1.0721



Sistem Informasi Manajemen

Pengaruh SIM Terhadap Dunia Bisnis 
Contoh : MESIN ATM
Beberapa pengertian SIM, yaitu :
· Yaitu suatu sistem manusia dan mesin yang terpadu, yang diperlukan untuk penyajian informasi guna mendukung suatu fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
· Yaitu suatu sistem berbasis komputer yang berfungsi menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa.
· Yaitu suatu kombinasi yang teratur dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber daya da melalui jaringan internet, karena lebih efektif dan efisien. Perkembangan Teknologi Informasi sekarang ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis, perkembangan dunia Teknologi Informasi yang sangat cepat membuat dunia bisnis juga berkembang pesat karena keduanya saling ber-relasi dan saling membutuhkan satu sama lain. Bahkan saat ini hampir setiap orang yang melakukan bisnis tidak lepas dari Teknologi Informasi. Dan sekarang semakin banyak dibutuhkan orang-orang yang ahli dalam bidang Teknologi Informasi untuk kegiatan bisnis.
Seperti yang kita amati saat ini, Teknologi Informasi sangat cepat berkembang dan semakin dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat. Dalam hal ini perbankan, pada awalnya Bank di bentuk bukan seperti yanh kita lihat sekarang. Pada awalnya bank hanya sebuah jasa yang melayani penukaran uang, kemudian berkembang lagi menjadi tata dan menyebarkan informasi dalam suatu organisasi
Dari beberapa pengertian SIM diatas dapat kita simpulkan, SIM adalah suatu sistem yang memberikan informasi kepada beberapa pemakai melalui teknologi yang lebih canggih. Contoh : komputer.
Karena semakin pentingnya Teknologi Informasi saat ini pada dunia bisnis, maka tak jarang perusahaan barang maupun jasa yang menggunakan Teknologi Informasi untuk mengembangkan usahanyempat penitipan uang (tabungan), lalu berkembang lagi menjadi tempat peminjaman uang. Penerapan Teknologi Informasi dalam dunia perbankan sangat membantu bank dalam mempermudah dan meningkatkan fasilitasnya, Contohnya mesin ATM.
Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri, ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal saat ini. Setiap orang pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah dan memungkinkan untuk melakukan pemindah bukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain ( switching jaringan ATM). Selain untuk bertransaksi, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Apalagi sekarang di setiap swalayan ataupun d tempat pembelanjaan seperti mall telah tersedia mesin atau alat yang dapat digunakan untuk pembayaran menggunakan kartu ATM. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya, memudahkan pada penggunanya untuk bertransaksi tanpa harus repot membawa uang tunai yang berlebihan. Karena hanya dengan satu kartu ATM, pengguna dapat melakukan transaksi dengan sangat mudah. Memberikan fasilitas yang sangat memadai seperti ATM memang sangat dibutuhkan dijaman serba canggih seperti saat ini, sehingga tidak disangkal jika banyak orang yang menggunakan fasilitas dari ATM ini karena memberikan fitur yang sangat banyak dan diperlukan oleh semua kalangan.
Dengan adanya kartu ATM dan mesin ATM yang saat ini tersedia disetiap tempat, maka akan semakin memudahkan para pebisnis untuk melakukan transaksi kepada para relasinya. Transaksi yang dilakuukan seperti pengiriman uang, pengambilan uang melalui mesin ATM, dan pembayaran secara tidak langsung dapat dilakukan secara mudah. Sehingga jarak, ruang dan waktu tidak menjadi masalah lagi. Karena saat ini dapat dilakukan melalui Bank terdekat, dan dapat dilakukan dimanapun karena tersedianya fasilitas mesin ATM disetiap pusat pembelanjaan dan sekitar tempat keramaian.
Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula resiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN). Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.
Dengan maraknya kartu ATM disaat ini semakin menambah persaingan disetiap perusahaan perbankan. Dengan cara menambah fitur – fitur yang menarik, sehingga semakin canggih suatu produk yang ditawarkan atau semakin banyak fitur yang ditawarkan pada suatu perusahaan perbankan kepada para pengguna, maka semakin menambah keuntungan pada suatu perusahaan perbankan. Karena dengan adanya fitur – fitur yang memadai, akan menambah efisiensi para pengguna untuk melakukan transaksi yang lebih mudah. Dapat membantu pebisnis untuk melakukan pembayaran, seperti pembayaran utang atau tagihan listrikyang dapat dilakukan secara online dan tak perlu memerlukan waktu yang lama untuk melakukan transaksi tersebut.


Rabu, 15 Januari 2014

pengembangan proses program kerja

Nama : Nur Achidah
Nim : EM.11.1.0716
JUR : Manajemen

System Informasi Manajemen merupakan system informasi yang menghasilkan hasil keluaran (outpot) dengan menggunakan masukan (inpot)dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Informasi adalah sesuatu yang teramat penting dan berharga dalam sebuah organisasi dewasa ini Informasi yang akurat dan cepat dapat sangat membantu tumbuh kembangnya sebuah organisasi maka dari itu perkembangan dari pekerjaan itu sendiri.Itulah sebabnya muncul apa yang dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen.
Tujuan Umum
Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk,dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,pengendalian,pengeluasian,dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.


Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja.
Proses manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas :
Perencanaan formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan masyarakat penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
Peng endalian perencanaan hanyalah setengah dari pertemuan.Setelah suatu rencana dibuat,rencana tersebut harus diimplementasikan,dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana terse3but berjalan sebagaimana mestinya.Aktifitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan  korektif sesuai kebutuhan,disebut kebutuhan.
Pengambilan Keputusan proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan.Fungsi manajerial ini merupaka jalinan antara perencanaa dan pengendalian.

System yang menyediakan yang digunakan untuk mendukung operasi manajemen.
Serta pengambilan organisasi.SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti:’’Sintem Informasi”,Sistem Pemrosesan Iformasi”,Sistem Informasi dan Pengambilan Keputusan”.



DATA>>INFORMASI>>PENGETAHUAN
Sistem Informasi Manajemen kini tidak lagi berkrmbang dalam bidang usaha saja.tapi sudah digunakan dalam berbagai bidang.dari mulai pendidikan,kedokteran.industri,dan masih banyak lagi.Ini menandakan bahwa Informasi yang akurat dan cepat dibutuhkan di berbagai bidang.

Pada sebuah Instansi manajemen selalu terlibat dalam serangkaian proses manajerial,yang pada intinya berkisar pada penentuan: tujuan dan sasaran,perumusan strategi,perencanaan,penentuan program kerja,pengorganisasian,penggerakan sumber daya manusia,pemantauan kegiatan operasional,pengawasan,penilaian,serta penciptaan dan penggunaan system umpan balik.
Penentuan Tujuan dan Sasaran
Dapat dinyatakan secara aksiomatis bahwa suwatu organisasi dibentuk dan dikelola untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.Dalam rangka penentuan juga pencapaian tujuan tersebut maka dibutuhkan informasi-informasi yang dapat memberikan gambaran kasar atau global tentang kecenderungan-kecenderungan yang mungkin terjadi.Perumusan Strategi
Keseluruhan upaya pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi memerlukan strategi y organisasi yang mantap dan jelas..Salah sat intrumen ilmiah yang umum digunakan dalam penentuan strategi.Agar analisis SWOT benar-benar ampuh sebagai instrument pembantu dalam penentuan dan pelaksanaan strategi organisasi.diperlukan informasi mengenai kekuatan,kelemahan,peluang serta ancaman yang mungkin dihadapi oleh organisasi tersebut.
Perencanaan
Strategi yang telah dirumusan dan ditetapkan memerlukan penjabaran melalui penelenggaraan fungsi perencanaan.Karena perencanaan merupakan salah satu hal yang penting dalam organisasi.
Penyusunan Program Kerja
Penyusunan program kerja merupakan rincian sistematis dari rencana kerja jangkaq waktu menengah.rincian sehingga dapat dijadikan dalam penyelenggaraan kegiatan operasional.
Pengorganisasian
Organisasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang secara formal dan hieraa organisasi tersebut maupun dengan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.Organisasi dapat pula menjadi tempat berinteraksi antar anggota organisasi tersebut maupun dengan anggota organisasi lainnya

Pengawasan
Pengawasan diperlukan atas pertimbangan bahwa penyelenggaraan seluruh kegfiatan operasional memungkinkan terjadi kesalahan yang berarti dapat berakibat pada tidak terwujudnya tingkat efesiensi.efektifitas dan produktivitas yang diharapkan.Oleh karena itu,kegiatan pengawasan jelas memerlukan sekaligus menghasilkan informasi tentang penyelenggarakan berbagai kegiatan operasional yang terjadi.
Penilaian
Seperti halnya dalam pengawasan informasi dalam proses penilaian juga sangat dibutuhkan.Informasi ini dapat diperoleh melalui berbagai wawancara,penyebaran kuensioner kepada pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui pengetahuan mendalam tentang seluruh proses manajerial.

Proposal Usaha Toko Sepatu dan Sandal

Proposal Usaha Toko Sepatu dan Sandal

NAMA : DWI ARIYANTI
NIM: EM.11.1.0632
JUR : MANAJEMEN

Pada pasar tradisional yang baru dibuka oleh pemilik tanah dibelakang suatu perumahan, dimana pasar tersebut cukup ramai dikunjungi oleh penduduk perumahan tersebut dan penduduk perumahan lain yang letaknya tidak jauh dari pasar tersebut. Diperkirakan pasar tersebut akan terus bertambah pengunjungnya, dikarenakan pengelola atau developer perumahan tersebut baru membangun separuh rumha dari yang direncanakan.
Pada pasar tersebut baru ada 1 toko yang menjual sepatu sekaligus baju, sedangkan kios disana kecil, sehingga jenis sepatu dan baju yang dijual hanya sedikit macamnya.
Sehingga saya merencanakan untuk membangun specialis toko sepatu dan sandal saja.
I.      KEPEMILIKAN DAN PENGURUS USAHA
Pemrakarsa
Dengan latar belakang yang seperti diceritakan diatas, maka saya merencanakan membangun usaha Toko Sepatu dan Sandal. Mengingat keterbatasan dana dalam membangun usaha tersebut, saya bermaksud untuk meminjam dana untuk menutupi kekurangan dana investasi saya.
Kepemilikan Usaha
Usaha Toko Sepatu dan Sandal ini merupakan usaha perorangan, dimana pengurus usaha adalah:
Pemilik / Pimpinan Usaha       : Chandra H.
Pengurus Harian                      : Novie (istri)
Dibantu                                   : 1 orang karyawan
Riwayat hidup pemilik. Saat ini saya masih bekerja pada sebuah perusahaan swasta, sedangkan yang mengurus usaha ini merupakan istri saya sendiri dan dibantu karyawan. Untuk lebih jelas tentang riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV) saya, maka saya lampirkan dalam proposal ini.
Modal Usaha
Modal dasar usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 5.732.000 (Lima juta tujuh ratus tiga pulh dua ribu rupiah).
Surat-Surat Izin
Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya dilampirkan dalam proposal ini adalah:
-          Surat izin Domisili
-          Copy BPKB Motor
-          Surat Kawin
-          Kartu keluarga
-          Kartu tanda penduduk (KTP)
II.    PEMASARAN
Produk & Segmentasi
Toko sepatu yang dimaksud disini adalah toko yang menjual sepatu dan sandal dengan kelas ekonomi kebawah sesuai dengan kemampuan masyarakat pada lokasi usaha tersebut.
Segmentasi usaha ini adalah penduduk perumahan ini, perumahan tetangga, dan penduduk kampung didekat lokasi pasar tersebut.
Permintaan.
Berdasarkan informasi dari toko sepatu dan baju yang sudah beroperasi disana omset mereka mencapai Rp 1.500.000 perhari, dan terus meningkat seiring bertambahnya penduduk didaerah tersebut dan mulai banyaknya orang yang tahu keberadaan pasar baru tersebut.
Separuh omset toko sepatu dan baju tersebut adalah omset penjualan sepatu. Sehingga total permintaan sepatu dipasar tersebut sebesar Rp 1.500.000 : 2 = Rp 750.000 perhari atau Rp 22.500.000 perbulan.
Mengingat pasar tersebut merupakan pasar yang baru dibangun dan promosi atas keberadaan pasar tersebut masih hangat, maka diperkirakan dalam beberapa bulan kedepan peningkatan pengunjung cukup tinggi dan bulan-bulan berikutnya meningkat rata-rata sebesar 5% perbulan. diperkirakan pada bulan ke 5 omset toko sepatu dan sandal mencapai Rp 22.500.000 perbulan.
Pesaing
Pesaing toko sepatu ini adalah toko sepatu dan baju yang sudah beroperasi. Mengingat sepatu yang dijual tidak komplit, maka awal bulan operasi + 70% omset sepatu mereka akan terserap oleh toko yang saya akan bangun.



Peluang
Atas dasar analisa permintaan dan pesaing, maka besarnya proyeksi peluag toko sepatu dan sandal yang akan dibangun adalah:
Tabel proyeksi peluang toko sepatu dan sandal:
Bulan
Bulan
Peluang (Toko Baru)
(Rp 000)
Menyerap
(%)
Bulan-1
15,750
70.00%
Bulan-2
19,125
85.00%
Bulan-3
22,500
100.00%
Bulan-4
25,875
115.00%
Bulan-5
29,250
130.00%
Bulan-6
31,500
140.00%
Bulan-7
33,750
150.00%
Bulan-8
34,875
155.00%
Bulan-9
36,000
160.00%
Bulan-10
37,125
165.00%
Bulan-11
38,250
170.00%
Bulan-12
39,375
175.00%

Harga pokok
Harga pokok sepatu dan sandal adalah:
Sepatu 70,00%
Sandal 72,50%

III.  LOKASI DAN TEKNIS
Lokasi Usaha
Rencana Toko Sepatu dan Sandal ini akan dibuka di pusat pasar tradisional yang sedang dibangun.
Fasilitas dan perlengkapan usaha yang diperlukan dalam membangun usaha ini adalah:
-          Lemari kaca 2 unit x @ Rp 750.000                                              Rp     1.500.000
-          Rak kayu 2 unit x @ Rp 250.000                                                   Rp        500.000
-          Meja & Kursi 1 unit x @ Rp 100.000                                            Rp        100.000
-          Lain-lain                                                                                         Rp        100.000
Total                                                           Rp   5.200.000

IV.  PROYEKSI KEUANGAN
Total biaya pembangunan Usaha Toko Sepatu dan Sandal ini sebesar Rp 19.106.000, dengan rincian sebagai berikut:
Investasi tetap:
-          Sewa kios 1 tahun                                                                          Rp     3.000.000
-          Lemari kaca 2 unit x @ Rp 750.000                                              Rp     1.500.000
-          Rak kayu 2 unit x @ Rp 250.000                                                   Rp        500.000
-          Meja & Kursi 1 unit x @ Rp 100.000                                            Rp        100.000
-          Lain-lain                                                                                         Rp        100.000
Total                                                           Rp   5.200.000
Modal Kerja Pengadaan Sepatu dan sandal                                       Rp  13.906.000
Grand Total                                        RP  19.106.000