Pengaruh Teknologi Informasi
Dalam Bidang Perbankan
Nama : Ujang Setiawan
NIM : EM.11.1.O781
Fakuiltas : Eonomi,Manajemen
NIM : EM.11.1.O781
Fakuiltas : Eonomi,Manajemen
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) Yang
berkembang dewasa ini memberikan banyak manfaat kepada peradaban manusia di era
modern ini. Setiap orang merasakan dampak dari perkembangan Teknologi Informasi
(TI) dari masa ke masa. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sangat
berpengaruh terhadap kehidupan manusia di masa ini maupun di masa mendatang.
Karena Teknologi Informasi (TI) dapat ditemui di manapun dalam kehidupan
sehari-hari manusia contohnya computer, televisi, telepon seluler, dan
lain-lain. Oleh karena itu manusia di era modern seperti saat ini dituntut
untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan Teknologi Informasi (TI) agar dapat
bersaing dalam persaingan yang ketat di era globalisasi seperti saat ini maupun
di masa mendatang.
Dalam
dunia bisnis saat ini Teknologi Informasi (TI) sangat bermanfaat karena semakin
memudahkan orang dalam melakukan bisnis. Perkembangan Teknologi Informasi (TI)
sekarang ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis, perkembangan dunia
Teknologi Informasi (TI) yang sangat cepat seperti yang kita rasakan sekarang
ini, membuat dunia bisnis juga berkembang pesat karena keduanya saling
ber-relasi dan saling membutuhkan satu sama lain. Bahkan sekarang ini hampir
setiap orang yang melakukan bisnis tidak lepas dari Teknologi Informasi (TI).
Dan sekarang semakin banyak dibutuhkan orang-orang yang ahli dalam bidang
Teknologi Informasi (TI) untuk kegiatan bisnis.
Bisnis
perbankan sangat mempengaruhi ekonomi dunia saat ini. semenjak ditemukannya
computer pada tahun 1955, Teknologi Informasi (TI) berkembang sangat cepat,
perkembangan Teknologi Informasi (TI) sangat bermanfaat dalam dunia perbankan.
Semenjak itu dunia perbankan berkembang sangat cepat dengan memanfaatkan
Teknologi Informasi (TI). Pada awalnya dunia perbankan hanya sebagai jasa
tempat penukaran uang (money changer). Lalu kemudian berkembang lagi menjadi
tempat penitipan uang, yang saat ini dikenal sebagai kegiatan simpanan
(tabungan). Kemudian berkembang lagi sebagai tempat peminjaman uang. Dan masih
terus berkembang hingga saati ini. Sekarang dunia perbankan telah berkembang
bersama Teknologi Informasi (TI) dan hasilnya adalah seperti yang kita lihat
sekarang ini, contohnya adalah E-banking dan lain-lain.
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) Dalam
Dunia Perbankan
Seperti yang kita lihat sekarang ini Teknologi
Informasi (TI) sangat cepat berkembang dan semakin dibutuhkan oleh semua
kalangan masyarakat. Dalam hal ini perbankan, pada awalnya Bank di bentuk bukan
seperti sekarang ini yang seperti kita lihat sekarang. Pada awalnya bank hanya
sebuah jasa yang melayani penukaran uang, kemudian berkembang lagi menjadi tempat
penitipan uang (tabungan), lalu berkembang lagi menjadi tempat peminjaman uang.
Awal kegiatan perbankan dimulai dari zaman babylonia kemudian terus berkembang
ke zaman yunani kuno dan romawi. Hingga akhirnya terus berkembang sampai ke
daratan eropa, dan akhirnya berkembang sampai ke Asia Barat yang dibawa
oleh para pedagang Eropa, dan terus berkembang hingga kegiatan perbankan ini
menyebar ke seluruh dunia, terutama daerah jajahan Eropa.
Dewasa
ini bank bukan hanya sebagai tempat penukaran, penitipan, maupun peminjaman
uang. Saat ini bank berkembang menjadi lebih besar lagi bahkan sekarang ini
mempengaruhi ekonomi masyarakat dalam tingkat nasional, maupus dalam tingkat
internasional. Dalam skala yang sangat besar ini tentu bank sangat
membutuhkan Teknologi Informasi (TI) untuk pengelolaanya karena bank sudah
mencakup lingkup yang sangat besar hingga dunia internasional. Penggunaan
Teknologi Informasi (TI) dalam bidang perbankan diharapkan dapat memudahkan
pihak bank maupun pengguna jasa bank.
Penerapan
Teknologi Informasi (TI) dalam dunia perbankan sangat membantu bank dalam
mempermudah dan meningkatkan fasilitasnya, Contohnya mesin ATM. ATM(Automated
Teller Machine) pertama kali ditemukan oleh Donald C. Wetzel asal amerika serikat
pada tahun 1968. Penemuan ini berawal dari saat beliau lelah dan kesal
mengantre dalam antrian panjang bank. Ia lantas menemukan ide pengembangan
mesin untuk nasabah bertransaksi. Ide mesin ini ditujukan untuk menggantikan
fungsi teller bank untuk melayani nasabah dengan praktis. Mesin mulai digunakan
secara komersil tepat pada tanggal 2 september 1969, oleh Chemical bank, new
York. Saat itulah industri perbankan di dunia mengenal mesin ATM modern
pertama yang menggunakan kartu plastik ber-strip magnetik dan sukses diterima
bank-bank di Amerika Serikat. Namun, mesin ATM Wetzel bukanlah yang pertama
saat itu. Cikal bakal ATM itu sudah diperkenalkan sejak 1939 oleh Luther George
Simjian. Sayangnya, pihak bank waktu itu masih tidak bisa menerima pemikian bahwa
sebuah mesin dapat menggantikan pekerjaan manusia melayani nasabah. Bahkan,
permintaan mesin ATM kala itu masih sangat kecil. Alhasil, ATM temuan Simjian
itu tidak sukses dipasaran. Karena faktor itulah, Smithsonian’s National Museum
of American History, lebih memilih mencatat nama Donald Wetzel sebagai penemu
ATM. Apalagi, pada 1973, dari total 2.000 ATM yang beroperasi di Amerika
Serikat, sebagian besar adalah model buatan Docutel—perusahaan tempat Wetzel
bekerja.
Pada awal ditemukannya mesin
ATM, ATM belum dapat terhubung secara online. Baru pada 1974, perusahaan
bernama Diebold asal Amerika Serikat, berhasil mengaplikasikan ATM yang
langsung terhubung secara online dengan bank, sehingga mesin ini makin bisa
memenuhi permintaan industri perbankan.
Dalam
perkembangannya, saat ini pengaplikasian Teknologi Informasi (TI) dalam dunia
perbankan bukan hanya mencakup ATM saja. Namun juga hal-hal lainnya seperti
Internet Banking. Dunia internet telah berkembank luas dan mendunia. Selama
tahun 1980-an programmer yang bekerja pada bidang perbankan mulai dating dengan
ide-ide untuk transaksi perbankan online. Perkembankan internet banking pada
awalnya di motori oleh organisasi perbankan dan keuangan di eropa dan amerika
serikat pada saat itu disebut “Rumah perbankan”. Pada awal 1980 saat computer
dan internet belum banyak di kenal oleh masyarakat dunia dan tidak berkembang
baik, penggunaan “perbankan rumah” terbuat dari mesin fax dan telepon unutk
memudahkan orang yang menggunakan jasa bank. Lalu, penyebaranfasilitas internet
dan pemrogramman membuat peluang “perbankan rumah” semakin besar. Tahun 1983,
Nottingham building society (NBS) memelopori perbankan online pertama di
inggris. Layanan ini membentuk sebagian besar fasilitas internet perbankan untuk
diikuti. Fasilitas ini pada awalnya tidak berkembang dengan baik dan
membatasi jumlah transaksi untuk pemegang rekening. Fasilitas yang diambil ini
merupakan system yang diambil dari system prestel, system yang digunakan
departemen pos inggris. Sedangkan di amerika serikat layanan ini pertama kali
dikenalkan pada oktober 1994. Yang dikembankan oleh Stamford federal
credit union , yang merupakan lembaga keuangan. Sedangkan jika di Indonesia
sendiri dikenalkan pada tahun 2001 yang pertama kali dikenalkan oleh Bank
Central Asia(BCA).
Saat
ini online banking sudah sangat marak penggunaanya. Internet banking bukan
hanya menguntungkan pihak pelanggan pengguna jasa bank namun juga menguntungkan
bagi bank itu sendiri. Dengan Internet banking yang marak penggunaanya saat
ini, sekarang nasabah bank tidak perlu untuk datang ke bank untuk mengambil
tabungan, menabung, atau sekedar mengecek saldo mereka. Berbagai kemudahan yang
ditawarkan online banking sekarang ini sudah dapat di manfaatkan oleh sebagian
besar nasabah, karena saat ini Teknologi Informasi (TI) sudah dapat dinikmati
oleh sebagian besar masyarakat baik golongan masyarakat kelas atas hingga
golongan masyarakat golongan bawah. Selain kelebihan-kelebihan diatas yang
ditawarkan oleh Internet banking, kelebihan lainnya yaitu misalnya mentransfer
uang ke rekening lain dengan Internet banking, membayar tagihan listrik,
membayar tagihan air, bahkan membeli pulsa secara Internet dari Internet
banking. Bahkan dewasa ini jual/beli barang/jasa dapat dilakukan secara online.
Pelanggan dapat membeli sesuatu hanya dengan mengakses internet dan menggunakan
Internet banking dari bank masing-masing. Internet banking sekarang juga
menawarkan kartu kredit online, pinjaman personal, dan akun tabungan. Dan semua
itu dilakukan secara online. Selain nasabah pihak bank sendiri juga
diuntungkan. Bank akan lebih praktis dalam melayani nasabah dalam melakukan
transaksi karena jika nasabah melakukan transaksi denan menggunakan fasilitas
online banking maka teller bank tidak perlu melayani nasabah secara manual.
sehingga ini akan memudahkan teller karena jumlah nasabah yang dating langsung
ke bank akan berkurang dan ini akan membuat bank mendapatkan keuntungan yang
lebih . sehingga kesimpulannya semakin banyak nasabah yang menggunakan online
banking maka keuntungan yang di dapat bank akan semakin bertambah besar. Pada
akhirnya, jika bank mendapat keuntungan maka bisa saja bank menawarkan tingkat
suku bunga yang lebih tinggi sehingga kembali dapat menguntungkan pelanggan.
Menilai dari popularitas yang sekarang, online banking akan terus
popular dan digunakan di masa yang akan datang. Individual dan pelaku bisnis
yang sebelumnya menolak untuk mengadopsi online banking sebagai alat komersial,
sekarang tidak akan mempunyai banyak pilihan lagi. Kecepatan sistem online
dalam melakukan transaksi akan mengalahkan metode tradisional sepenuhnya.
Bagaimanapun juga, perkembangan dari online banking akan tergantung dari
seberapa user-friendly nya fasilitas yang ada, penambahan fasilitas yang baru
yang akan ditambahkan dan bagaimana konsep dari online banking dikemas
sedemikian rupa untuk digunakan secara umum. Sayangnya sampai sekarang bank dan
pelanggan masih jarang sepakat dalam hal fasilitas mana saja yang berguna dan
tidak berguna. Sejumlah riset pasar dan polling pelanggan diperlukan untuk
menjembatani jarak antara apa yang diperlukan dalam perbankan dan apa yang
tersedia.
Salah satu penggunaan online banking di masa yang akan datang, menurut
Bank of America, harus menyediakan kesempatan untuk mengembangkan perbankan di
dalam cara-cara inovatif yang mengutamakan kecenderungan kelakuan pelanggan,
pilihan yang ada, dan trend. Ide-ide baru yang dikembangkan harus menerapkan
teknologi yang mengungkap wawasan yang mencakup skala sosial dan fisik yang
luas, dari interaksi dengan pelanggan secara individu menuju kepada transaksi
secara global. Perlu dilakukan riset guna menemukan inovasi untuk mengubah
dunia perbankan secara menyeluruh. Peneliti akan menanyakan pertanyaan seperti
: “Bagaimana caranya sehingga semua pelanggan dapat memiliki pengetahuan dan
alat yang dibutuhkan untuk mengontrol keuangan mereka secara lebih baik di masa
yang akan datang?”, “Bagaimana interaksi perbankan ber-evolusi ketika dunia
pelanggan secara fisik dan virtual terjalin?”, dan “Bagaimana jaringan sosial
mengubah pengalaman pelanggan menjadi lebih mudah, nyaman, dan lebih
terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari? ”